Penjelasan Tes Kesehatan di Penerimaan Polri

Bimbel polri akan menjelaskan tes kesehatan di kepolisan, hamipr sama di setiap instansi kedinasan yang membutuhkan kesehatan yang prima untuk para anggotanya tidak terkecuali kepolisian.  karena diharapkan, para calon polisi memiliki tubuh yang prima apalagi saat menempuh pendidikan yang keras, bisa jadi akan membahayakan dirinya sendiri juga bisa jadi juga membahayakan orang lain seperti penyakit menular dan sebagainya.

Maka untuk memastikan para anggotanya mempunyai kesehatan tubuh yang baik diadakanlah tes kesehatan dengan dua tahap.


Tahap Pertama,Tes Kesehatan pertama 

Tahap ini adalah tahap dimana jumlah peserta masih sangat banyak sehingga tes ini sangat melelahkan dan waktu yang cukup lama, calon siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan masuk bergantian di pos-pos cek kesehatan setelah selesai masuk lagi ke pos kesehatan yang lain.

Tes Kesehatan Pertama biasanya khusus tes bagian tubuh luar seperti:

  1. Tinggi Badan dan Berat Badan
  2. Tensi Darah
  3. Kebersihan Kulit dan Wajah
  4. THT (telingga Hidung dan Tenggorokan
  5. Virgin dan Proposional Payudara (Untuk Wanita)
  6. Vorikel dan hernia (untuk Pria)
  7. Ambeien
  8. Tangan
  9. Jemari
  10. Kesehatan mata termasuk tes buta warna
  11. Gigi
  12. Alat Reproduksi
  13. Anus
  14. Bentuk kaki X dan O
  15. Varises
  16. Tes Nadi permenit

Tahap Kedua, Tes Kesehatan Kedua 

Tes kesehatan kedua adalah tes menjelang pantohir, atau sidang kelulusan . Biasanya jumlah peserta sudah sangat berkurang dari tes kesehatan awal. dan disini adalah persaingan yang sangat ketat karena tes ini adalah tes mencari yang paling sehat diantara orang yang sehat.  Berbeda dengan tes kesehatan pertama yang bisa dipersiapkan dari jauh hari untuk mengobati kekurangan, di tes ini adalah pemeriksaan bagian dalam tubuh jadi sepertinya ini adalah tes yang murni tidak bisa di manipulasi kesehatan tubuhnya.  Tes Kesehatan kedua memang cukup memakan biaya besar dalam pengadaaanya, bisa jadi ini adalah alasan mengapa tes ini diadakan di trakhir agar siswa yang akan di cek juga jauh lebih sedikit. tapi tenang para calon siswa tidak akan diminta dana untuk cek kesehatan kedua ini.  Adapun tes kesehatan kedua ini adalah:

  1. Pemeriksaan foto Toraks;
  2. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG);
  3. Pemeriksaan Laboratorium :
    1. urine, meliputi :
      • kejernihan;
      • berat jenis (BJ);
      • tingkat keasaman;
      • leukosit;
      • nitrit;
      • protein;
      • reduksi;
      • urobilinogen;
      • keton;
      • bilirubin;
      • eritrosit;
      • sedimen;
    2. darah, meliputi :
      • hemoglobin;
      • leukosit;
      • eritrosit;
      • trombosit;
      • hematokrit;
      • laju endap darah;
      • hitung jenis;
    3. kimia darah, meliputi :
      • serum glutamat piruvate transaminase (SGPT);
      • gula darah puasa.
  4. Tes Kesehatan Jiwa

    Materi pemeriksaan kesehatan jiwa, meliputi :

    1. Gangguan Mental Organik :
      1. Demensia;
      2. Sindroma amnesia organik;
      3. Delirium;
      4. Gangguan kepribadian dan perilaku akibat disfungsi atau kerusakan otak organik.
    2. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif;
    3. Gangguan Psikotik :
      1. Skizofrenia;
      2. Gangguan Waham menetap;
      3. Gangguan Psikotik Akut dan sementara.
    4. Gangguan Suasana perasaan :
      1. Gangguan Manik;
      2. Gangguan Afektif Bipolar;
      3. Gangguan Depresif.
    5. Gangguan Neurotik
    6. Gangguan Kepribadian :
      1. Gangguan Kepribadian Khas;
      2. Gangguan Kebiasaan dan Impuls;
      3. Gangguan Identitas Jenis Kelamin;
      4. Gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual.

    Tes ini terdiri dari maksimal 600 soal dikerjakan selama 120 menit, berisi tentang pertanyaan yang sifatnya pengalaman pribadi, jawabannya hanya iya dan tidak saja, tetapi disini akan dilihat ke samaan jawaban yang hatusnya sama. 

Maka penting untuk para calon siswa menjaga kesehatan dan melakukan general check up di rumah sakit bayangkara provinsi kamu masing-masing dan menanyakan kekurangan kamu agar bisa kamu perbaiki.

Sistem Penilaian untuk Pemeriksaan Kesehatan tahap II berupa nilai kualitatif dan kuantiatif yaitu :

  1. Nilai B yaitu 70 sampai dengan 75
  2. Nilai C yaitu 60 sampai dengan 67
  3. Nilai K1 yaitu 55 sampai dengan 57
  4. Nilai K2 yaitu 50
  5. Memenuhi syarat (MS) stakes I dan 2 (nilai B/C);
  6. Memenuhi syarat, stakes 3 (nilai K1) dengan catatan “K1” tidak dapat diubah menjadi nilai B/C;
  7. Tidak memenuhi syarat, stakes 4 (nilai K2) tidak dapat diluluskan dengan pertimbangan karena kelainan kesehatan.

Tinggalkan Balasan